Puisi rayuan suami dan balasan istrinya:
Rayuan Sang Suami
Istriku…
Jika engkau adalah bumi,
maka akulah mentari yang menyinarimu.
Kau selalu mengharapkan hangatnya cahayaku,
menanti pagi dengan kerinduan akan sinarku.
Namun, terbesit dalam hatiku…
bukankah Tuhan menciptakan aku bukan hanya untuk bumi?
Ternyata, ada planet-planet lain
yang juga mendambakan hangatnya cahayaku,
merindukan kehadiranku,
mengharap manfaat dari keberadaanku.
Jadi…
Relakanlah aku menyinari planet-planet lain,
membagi hangatku,
karena itu sudah kodrati…
dan Tuhan pun tak pernah murka.
Balasan Sang Istri
Suamiku…
Bila kau memang mentari,
sang surya penebar cahaya,
aku rela kau pancarkan sinarmu
kepada segala planet yang pernah Tuhan ciptakan.
Karena mereka pun,
seperti aku,
membutuhkan penyinaranmu.
Dan aku pun tak akan merasa kekurangan
dengan cahaya yang kau beri,
selama sinarmu tetap menenangkan hatiku.
Tapiiiiiii…
Bila kau hanyalah sejengkal lilin,
berkekuatan hanya 5 watt,
jangan bermimpi menyinari planet lain!
Karena kamar kita yang kecil saja
belum sanggup kau terangi…

